Senin, 13 Februari 2017

trik hack menggunkan CMD

                   TRIK HACK MENGGUNAKAN CMD

Telnet adalah salah satu fasilitas yang sering digunkan untuk meromote computer dalam suatu jaringan  melalaui underdos (CMD),
Tapi terkadang perintah telnet sering kali gagal terkoneksi  Koq bisa ya?,
Tentu aja bisa dong , alasannya apakah konfigurasi telnetnya sudah diaktifkan atau belum , kalau belum wajar aja perintah telnat engggak bisa di gunakan .
Sebenernya perintah telnet hamper mirip dengan perintah Remote desktop , cuma kalau  telnet lebih seru alias enggak ketahuan sewaktu kita melakukan pengambil alihan ke suatu computer ,kalau telnet udah bisa dilakukan maka secara otomatis kita biasa mengendalikan computer tersebut sesuai dengan keinginan kita , Misalnya :
Mematikan kompter yang tidak kita kehendaki, atau sekedar iseng maling data yang fungsi telnetnya udah aktif .
Dari pada pusing pusing medingan kita praktek yuk……………..

Langkah awal coba kita cek konfigurasi telnet di computer kita , caranya :
Tekan tobol windows +R ( klik Run – ktikan CMD terus klik OK)  sampai muncul tampilan Dos :

Untuk mengecek apakah fungsi telnet udah bisa dilakukan atau belum sebaiknya kita chek dulu computer apa aja yang lagi jalan , sekarang ketikin perintah :

Pada tampilan diatas saya coba dengan beberapa perintah
-net view , mengecek jaringan (host) mana aja yang lagi aktif .disitu ada beberapa host sedang terkoneksi dengan computer saya yaitu PC-03, SERVER sedangkan saya sendiri menggunkan computerSERVER-2003
Kemudian saya coba ping ke PC -03 , ternyata dihasilkan IP 192.168.16.8 ,
Salnjutnya kita bias mencoba mengechek port mana saja yang bisa kita susupi ke computer tersebut misalnya saya mau chek computer SERVER yang lain

Perhatikan pada Bagian Foreign Address! Disitu kita dapatkan sebuah Port yang terbuka dengan port 139, kalau sudah seperti itu coba anda lakukan telnet (spasi) IP tujuan(spasi)noPort:
telnet 192.168.16.66 139
jika benar maka akan menghasilkan seperti berikut ini:

Kira-kira begitu;lah hasilnya , tugas anda sekarang adalah cari apa fungsi dari port 139, seracing di google ya?……he…he..  ,
Ok Mungkin itulah caranya mengecek Port yang terbuka pada Host tertentu. Nah kita kembali keperintah telnet untuk meremot computer lain yang terhubung dalan computer kita .sekarang kita coba telnet PC03, caranya sama kayak tadi
Telnet 192.168.16.8 (enter), kalau sukses maka akan keluar tampilan seperti ini:
C:\Documents and Settings\Administrator>net view
Server Name            Remark
\\PC03                 lpkid
\\SERVER
\\SERVER-2003
The command completed successfully.
C:\Documents and Settings\Administrator>ping 192.168.2.22
Pinging 192.168.2.22 with 32 bytes of data:
Request timed ot.
Reply from 192.168.2.22: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 192.168.2.22: bytes=32 time<1ms TTL=128
Request timed out.
Ping statistics for 192.168.2.22:
Packets: Sent = 4, Received = 2, Lost = 2 (50% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms
C:\Documents and Settings\Administrator>telnet 192.168.2.22
Welcome to Microsoft Telnet Client
Escape Character is ‘CTRL+]’
You are about to send your password information to a remote computer in Internet
zone. This might not be safe. Do you want to send anyway(y/n): n (masukan n, kemudian enter)
Welcome to Microsoft Telnet Service
login: RIZKYKHARISMANEGARI
password:******

Welcome to Microsoft Telnet Server.

C:\Documents and Settings\admin>
Untuk memastikan benarkah kita ada dalam Komputer PC03 , kita coba lakukan pemeriksaan IP :

Welcome to Microsoft Telnet Server.

C:\Documents and Settings\admin>ipconfig
Windows IP Configuration
Ethernet adapter Local Area Connection 2:
Connection-specific DNS Suffix  . :
IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.2.22
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
Default Gateway . . . . . . . . . :
C:\Documents and Settings\admin>
yUp emang kita udah berhasil masuk ke computer tersebut,
(catatan untuk bisamasuk service telnet harus di aktifkan terlebih dahulu , yang kemudian Client/admin mana saja yang boleh melakukan telnet ..Ok!)
Nah sekarang anda bisa ngapain aja di computer yang sekarang sedang anda control missal saya mau merestart:
Kalau belum tahu perintah ketikain aja perintah kayak gini
C:\Documents and Settings\admin>shutdown/?
Usage: shutdown [-i | -l | -s | -r | -a] [-f] [-m \\computername] [-t xx] [-c "c
No args                 Display this message (same as -?)
-i                      Display GUI interface, must be the first option
-l                      Log off (cannot be used with -m option)
-s                      Shutdown the computer
-r                      Shutdown and restart the computer
-a                      Abort a system shutdown
-m \\computername       Remote computer to shutdown/restart/abort
-t xx                   Set timeout for shutdown to xx seconds
-c "comment"            Shutdown comment (maximum of 127 characters)
-f                      Forces running applications to close without war
ning
-d [u][p]:xx:yy         The reason code for the shutdown
u is the user code
p is a planned shutdown code
xx is the major reason code (positive integer le
ss than 256)
yy is the minor reason code (positive integer le
ss than 65536)
C:\Documents and Settings\admin>shutdown -r -t 15
The machine is locked and can not be shut down without the force option.
C:\Documents and Settings\admin>shutdown -r -f -t 15
C:\Documents and Settings\admin>
Untuk perintah -r -f -t saya yakin udah pada tahu semua , Nah itu telnet untuk di computer yang menggunakan OS windows gimana kalau kita coba nyusup kedalm Os linux melalui Os windows? Mungkin ada sedikit perbedaan , antara linux dan windows ,dalam Linux Ada istilah SSH yang berfungsi untuk melakukan remote desktop, dan juga telnet, kedua-duanya memiliki fungsi yang sama yaitu pengambil alihan computer lain dan yang berhak tentunya sang admin(root).
Dalam percobaan kali ini saya memiliki client yang terhubung ke server linux dengan IP: 192.168.2.254kebetulan saya tahu password tiap client , sementara adminnya saya tidak tahu  he…he.., Sekarang kita coba masuk kedalam Linux melalui Cmd pada windows lets Go……!!
Microsoft Windows [Version 5.2.3790]
(C) Copyright 1985-2003 Microsoft Corp.
C:\Documents and Settings\Administrator>telnet 192.168.2.254
Connecting To 192.168.16.254…Could not open connection to the host, on port 23
: Connect failed
C:\Documents and Settings\Administrator>ftp o  192.168.2.254
Transfers files to and from a computer running an FTP server service
(sometimes called a daemon). Ftp can be used interactively.
FTP [-v] [-d] [-i] [-n] [-g] [-s:filename] [-a] [-A] [-x:sendbuffer] [-r:recvbuf
fer] [-b:asyncbuffers] [-w:windowsize] [host]
-v              Suppresses display of remote server responses.
-n              Suppresses auto-login upon initial connection.
-i              Turns off interactive prompting during multiple file
transfers.
-d              Enables debugging.
-g              Disables filename globbing (see GLOB command).
-s:filename     Specifies a text file containing FTP commands; the
commands will automatically run after FTP starts.
-a              Use any local interface when binding data connection.
-A              login as anonymous.
-x:send sockbuf Overrides the default SO_SNDBUF size of 8192.
-r:recv sockbuf Overrides the default SO_RCVBUF size of 8192.
-b:async count  Overrides the default async count of 3
-w:buffer size  Overrides the default transfer buffer size of 65535.
host            Specifies the host name or IP address of the remote
host to connect to.
Notes:
- mget and mput commands take y/n/q for yes/no/quit.
- Use Control-C to abort commands.
C:\Documents and Settings\Administrator>ftp -v 192.168.16.254
User (192.168.16.254:(none)): roads-01
Password:******
ftp> dir
total 39108
lrwxrwxrwx  1 roads-01 roads-01       39 Dec 11 20:00 .DCOPserver_roads.net_:0 -
> /home/roads-01/.DCOPserver_roads.net__0
-rw-r–r–  1 roads-01 roads-01       58 Dec 11 20:00 .DCOPserver_roads.net__0
-rw——-  1 roads-01 roads-01    41556 Dec 30 17:44 .ICEauthority
drwx——  6 roads-01 roads-01     4096 Dec  4 19:21 .Trash
-rw——-  1 roads-01 roads-01      330 Dec 30 17:44 .Xauthority
drwx——  3 roads-01 roads-01     4096 Feb 11  2008 .adobe
-rw-r–r–  1 roads-01 roads-01      192 May 24  2007 .asoundrc
-rw-r–r–  1 roads-01 roads-01      305 Dec 19 10:30 .asoundrc.asoundconf
drwxr-xr-x  4 roads-01 roads-01     4096 Mar 17  2008 .avg7
-rw——-  1 roads-01 roads-01     7661 Dec 19 09:43 .bash_history
ftp> ls -l
total 38360
dr-xr-xr-x 25 roads-01 roads-01    12288 Feb 24  2008 31-12-20_2020
drwxr-xr-x  4 roads-01 roads-01     4096 Nov 10 21:35 Desktop
-rw-r—–  1 roads-01 roads-01   328405 Dec  4 19:20 Foto Lembar 3.5
-rw-r—–  1 roads-01 roads-01   964590 Jun 28  2007 Kwitansi.jpeg
-rw-r–r–  1 roads-01 roads-01    18231 Sep 19 16:51 LATIHAN 1.ods
-rw-r—–  1 roads-01 roads-01   471882 Nov 27 08:20 Rohmat
-rw-r–r–  1 roads-01 roads-01    14885 Nov 13  2007 ULANGAN 1.odt
-rw-r–r–  1 roads-01 roads-01    16717 Aug 19 16:20 WAONE.ods
Pertama saya coba menggunkan telnet ternyata servicenya tidak diaktifkan kemudian saya coba masuk , menggunkan PORT 22, ternyata SSH tidak bisa di handle lewat windows. Kemudian saya coba masuk Melalui Port Ftp server dan ternyata saya bisa masuk dengan
Usser               : roads-01
Password        :******
Untuk mengecek kebanarannya lalu saya coba memberikan perintah dir, dan ls -l
Hasilnya kita bisa lihat seperti diatas gimana….Nah mungkin itulah salah satu cara masuk ke console linux dan linux yang saya pake Distro Ubuntu, Kalau yang lain saya belum coba he…he..,   kalau udah begitu kita bisa Mengkcopy file yang terdapat di computer linux ke komputer windows dengan bantuan Code ASCII , silahkan coba ya!….Ok dech selamat mencoba….aja Bro J,
Oh ya saya melupakan salah satu yang penting, Apa itu Konfigurasi telnet , oke dech saya kasih tahu ; Caranya cukup mudah cukup Klik Start – Control Panel – Admistartion Tool -  Service -Kemudian  Cari Telnet , setelah ketemu klik Kanan-Properties- StartUp type (pilih Automatic ) lalu Pilih tabStart untuk mengaktifkan layanan telnet ini.
Setelah di aktifkan kemudian tentukan client mana saja yang bisa melakukan telnet caranya:
Buat User terlebih dahulu terus , setelah selesai Kemudian Klik start-Mycomputer-klik kanan – Properties- remote  - Select User -Dan Pilih Add -Avandce-Find Now , pilih user yang anda kehendaki kalau udah tinggal klik Ok

Kamis, 02 Februari 2017

Sejarah Hacker Paling Hebat Di Dunia

Sejarah Hacker Paling Hebat Di Dunia Seperti yang dilansir di wikipedia, sejarah Hacker Terminologi peretas muncul pada awal tahun 1960-an di antara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata bahasa Inggris "hacker" pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.


Kemudian pada tahun 1983, istilah hacker mulai berkonotasi negatif. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri sebagai peretas, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Sahabat anehdidunia.com peretas sejati menyebut orang-orang ini cracker dan tidak suka bergaul dengan mereka. Peretas sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Peretas sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi peretas.

Para peretas mengadakan pertemuan tahunan, yaitu setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan peretas terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas peretasan.

Peretas memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal mereka adalah cracker. Cracker-lah menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para peretas dipahami dibagi menjadi dua golongan: White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers.

Membaca sejarah hacker diatas, membuat kita ingin mengetahui siapakah hacker paling terkenal atau hacker paling top di dunia ini. Berikut sahabat anehdidunia.com kami tampilkan hacker ternama di dunia.
Kevin Mitnick
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcHqg5JjhI5PfiEzgGA2AgKxrV2CqD3wqvxh6j_TdVakRwSuF-iy6FNYcH-Kmuk8X0FNoqha2QEufMpOSdnmGhKoaWz4blp9KzqwxVUkGWceJE04LyRmwbeBsuoROeKPunuCjvcO8HhIU/s400/Kevin_Mitnick.jpg

Mungkin Mitnick menjadi hakcer paling terkenal dari generasinya, karena Mitnick telah ‘dinobatkan‘ oleh Departemen Kehakiman US menjadi criminal computer paling diinginkan di sepanjang seharag United States. Mitnick dengan postur tubuhnya yang cocok dengan karakter hacker, masuk ke sejumlah system komputer milik perusahaan teknologi dan telekomunikasitop dunia, termasuk Nokia, Fujitsu, dan Motorola. Setelah dipublikasikan besar-besaran oleh FBI, Mitnick akhirnya ditahan di tahun 1995 dan setelah menerima berbagai tuduhan, ia akhirnya menghabiskan waktu di penjara selama 5 tahun. Ia dibebaskan tahun 2000 dan kini membuka konsultan keamanan komputer. Ia tidak menamakan aksinya sebagai ‘hacking‘ dan malah memberi nama ’social engineering’.

Kevin Poulson
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja0kUMA6Dw9fFTEWucRB4bATzWpIK5QV0muEtvREHWadwSKtoJw9-r_zmYiJFwJO4yNmv4NYOGqiYzFEtcZr9eKJMNsWVuGR8XHtnepvc0ChPb_rBu0ePyMLWA4qxB3tRZNsBO3ZYRk3ON/s1600/los-10-hackers-mas-famosos1.jpg

Poulson pertama kali masuk ke dunia hacking melalui line telepon di stasiun radio KIIS-FM di kota Los Angeles, dan yang membuat Poulson terkenal ketika melakukan penipuan digital dengan mengaku menjadi penelepon yang menjebol line telepon ke-102 hanya untuk mendapatkan uang untuk membeli Porsche. Kevin Poulson atau nama aliasnya Dark Dante,berhasil mengaktifkan kembali Yellow Page, kemudian menggunakan nomor telepon di dalamnya untuk menjalankan agen pengawal secara virtual. Pihak kepolisian kemudian menangkap Poulson dan memenjarakannya selama 3 tahun setelah ia meng-hack database investigasi federal, dan juga semua 1,800 line telepon yang dibuatnya mengalami crash. Setelah ia keluar dari penjara ia kini menjadi journalis.

Adrian Lamo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3g7E_wvw_MTb1pN2QTMMkrYTYp2Q75IQylRzN94pCjvsZxnCkpcS11e6Pjve9YkRzoHTy5ffktk0hbTjypMX1oIUE7ZAh-7ZQgWOtBY_q57A3YrTXC_AEVr7ONtvzYfxWWyDehuJGW9M/s1600/adrian-lamo-3.jpg

Adrian Lamo atau yang dijuluki ‘hacker tak punya rumah’, biasanya menggunakan coffee shop, perpustakaan, dan café Internet sebagai basisnya untuk menjalankan aksinya. Kebanyakan aktivitasnya adalah membobol jaringan komputer dan kemudian melaporkan kelemahannya kepada perusahaan yang memiliki jaringan tersebut. Klaim terbesar Lamo yang menjadikannya terkenal adalah setelah ia menjebol intranet kantor New York Times dan menambahkan namanya di database perusahan surat kabar harian tersebut. Ia juga menggunakan account LexisNexis untuk mendapatkan akses rahasia ke profilpejabat perusahaan tersebut. Kini Lamo bekerja sebagai journalis.

Stephen Wozniak
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEcox5bmmmPi-4Pbdn1P2L1L77X0Kf0V6MFGWWssHxoEss4hGLAfJvzaMdjuPYsfn692leFbFvOgGugTeJC-O3OL-UESWccXoJw58DAU_u_wcRkdzfHEwmmp4Wt4buL2uUev5qY3z-M_Y8/s320/steve-wozniak-dancing-with-the-stars.jpg

Terkenal sebagai co-founder Apple, memulai aksi ‘white-hat’-nya dengan menjebol system telepon. Ketika bersekolah di University of California ia membuat device untuk temannya bernama ‘blue box’ dan memperbolehkan teman-temannya untuk menelepon dalam waktu selama mungkin, gratis. Namun, kemudian Wozniak keluar dari universitas tersebut dan bekerja dengan temannya Steve Jobs, membuat Apple Computer.

Loyd Blankenship

http://shareberita.files.wordpress.com/2009/11/loyd01.jpg

Terkenal dengan nama ‘Mentor’, merupakan member dari group elite hacker di tahun 1980. Aksinya yang terbesar adalah ia menjadi pengarang dari Hacker Manifesto (The Conscience of a Hacker), yang ia tulis di penjara di tahun 1986. Dalam buku Hacker Manifesto (The Conscience of a Hacker), tersebut disebutkan bahwa hacker hanyalah tindakan yang dibuat oleh hacker hanyalah sekedar keingintahuan dan tidak hanya dijadikan moral hacker sekarang ini, namun juga menjadi paradigma absolute dari filosofi hacker. Buku tersebut diulas pula dalam majalah Phrack, dan bahkan dibuat film di tahun 1995 dengan judul hacker, dengan bintang Angelina Jolie.

Linus Torvalds
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQwIfkHZKF5LVzwpbsRm8jHwvHhA8pFUMKevBdK9r0YnmgxVeMumL5TKVQctP1YgqU_IXVqUxl64NG94RQKeiUd4Vk7RJJyIzr5kk46gf-2bG8eLS2tOT7SowyfvJLWcvxFCwxyu446Jc/s1600/Linus-Torvalds.jpg

Hacker yang juga mengembangkan sistem operasi Linux, gabungan dari “LINUS MINIX”. Kini sistem operasi Linux telah menjadi sistem operasi ‘default’ hacker. Kemudian bersama dengan Richard Stallman membangun Linux versi awal, bekerja sama dengan programmer, developer dan hacker seluruh dunia untuk mengembangkan kernel Linux.

John Draper
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-sxtSB7gC88PBBVxHGHrCGDxwv3g1CD_6V_SHRsEghqmkHROm2HGsy12lsZHlAmc_XOR4gyLcAYr_-TzmyOqmXfwTQ8yaNsg8XPMQIQYOi14chYLGzs6lmRpgn9Apu0Jq-3_-rXbC20gJ/s1600/Jhon+Draper.jpeg

Hacker satu ini menggunakan bantuan peluit plastik yang merupakan hadiah dari kotak sereal “Cap n Crunch”, ia berhasil menjebol system telepon. Ia menemukan frekuensi 2600 Hz dan dan digunakan sebagai alat untuk melakukan pemanggilan telepon gratis. Pada perkembangannya, frekuensi 2600 Hz tidak lagi dibuat dengan peluit plastik, tapi menggunakan alat yang disebut “Blue Box”.

Mark Abene
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9DulD6aKm-x5rN4tGzfTiG3l31Xs2qJX-iko6EkmxaBvaM8Jryso9RnLpV0yqUTY8rfOA6UMQFnFj04yNVdkCnz5LqDY4H_9hahQYJeDjEwFllBROZvcC6X6Y2TVUmhNI7Zo0f5_X7cc/s1600/Mark+Abene+copy.png

Masuk menjadi salah satu member “Master of Deception” dan Hacker Groups Legion of Doom atau yang dikenal sebagai Phiber Optik yang berbasis di group elite di New York, yang menargetkan system telepon US, termasuk system compuetr AT&T di akhir pertengahan tahun 80-an.Group tersebut akhirnya bubar di tahun 1992 ketika banyak membernya masuk penjara. Di tahun 1994, ia dihukum penjara satu tahun atas konspirasi dan akses tidak sah ke komputer dan system telepon.

Richard Stallman

Merupakan penemu project GNU, dan menjadi salah satu ‘hacker sekolah senior‘ bekerja pada lab Artificial Intelligence MIT. Ia bekerja sebagai ‘staff hacker‘ di project Emac itu dan memprotes adanya pembatasan atas akses komputer di lab tersebut. Setelah password diisntal, maka ia kemudian membobol system pasword dan mengirimkan pesan kepada setiap staff untuk menghapus password.

Ian Murphy
Ian Muphy berhasil melakukan hacking ke dalam komputer AT&T dan menggubah seting jam internal-nya.Hal ini mengakibatkan banyak pengguna telepon mendapatkan diskon ‘tengah malam‘ pada sore hari, dan yang telah menunggu hingga tengah malam harus membayar dengan tagihan yang tinggi.

Vladimir Levin

Hacker satu ini berhasil melakukan penipuan ke komputer CitiBank dan mendapatkan keuntungan 10 juta dollar. Ia merupakan lulusan St. Petersburg Technology University, dan kemudian ditangkap Interpol di Heathrow Airport pada tahun 1995.

Tsutomu Shimomura
Merupakan ahli keamanan komputer yang top, dan berhasil menangkap jejak Kevin Mitnick di tanggal 15 Februari 1995 ketika Mitnick membobol komputernya.

Eric Steven Raymond
Dijuluki sebagai Bapak hacker. Seorang hacktivist dan pelopor opensource movement. Ia menulis banyak panduan hacking, salah satunya adalah: “How To Become A Hacker” dan “The new hacker’s Dictionary”.

Onel A. de Guzman
Seorang mahasiswa asal Filipina yang menjadi Greatest Hacker. Ia menciptakan virus ‘Love Bug’ untuk membobol system layanan email seluruh dunia.

Mudge
Mudge bersama pengikutnya berhasil mematikan trafik Internet di perusahaannya selama satu setengah jam.

Chen Ing-Hau
Ia merupakan pembuat virus komputer mematikan ‘Chernobyl’ yang mematikan banyak system di dunia.

Dennis Moran
Terkenal dengan nama ‘Coolio’, dihukum bersalah atas dakwaan hacking situs nasional, seperti kesatuan militer, Air Force dan anti drug Dare.com.

David L. Smith
Smith merupakan pengarang dari virus worm Melissa yang sukses menjadi virus email pertama yang didistribusikan di group diskusi Usenet alt.sex. Bentuk virus aslinya dikirimkan juga via email. Smith akhirnya ditahan dan dihukum penjara atas tuduhan kerugian sebesar $80 juta.

Sven Jaschan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKeSD1kqSfqAlV41eVI-iIM2fwI_eAm2zsmXialPhmErZy_Y1GZ-W8_7UgHb1XDBuwXRPFYYjh_fdWIa8WlDu5O1ZjO_5grHbNmB-gif6dD7Gh4hhG4DGXguq5U1Q5LLUG_0WekjEObc0/s748/canvas.png

Jaschan didakwa bersalah atas pembuatan worm Netsky and Sasser di tahun 2004 ketika ia masih remaja. Virus tersebut yang bertanggung jawab atas 70 persen penyebaran malware melalui Internet pada waktu itu. Jaschan menerima hukuman selama 3 tahun untuk kejahatannya, dan setelah bebas ia pun direkrut oleh sebuah perusahaan keamanan.

Michael Calce

Calce baru berusia 15 tahun ketika ia berhasil membobol website komersial terbesar di dunia. Hacker yang juga memiliki nama MafiaBoy tersebut di tahun 2000 meluncurkan serangan DDoS ke 75 komputer di 52 jaringan, juga situs eBay, Amazon dan Yahoo. Ia akhirnya ditahan setelah ia membeberkan aksinya di chatroon online. Ia dihukum penjara selama 8 bulan dan denda yang kecil.

Robert Tappan Morris
November 1988, sebuah virus computer berhasil ditemukan oleh Cornell University, menginfeksi sekitar 6,000 mesin Unix, dan menimbulkan kerugian jutaan dollar. Pembuat virus tersebut diketahui bernama Robert Tappan Morris. Morris mengatakan bahwa virus 'worm'-nya tidak ditujukan untuk merusak apapun, namun bagaimanapun ia harus menjalani hukuman penjara 3 tahun. Sementara disc yang mengandung source code worm Morris kini disimpan di Boston Museum of Science.

Cerita Kehebatan Hacker Indonesia Saat Perang Dengan Hacker Australia

Dalam urusan militer, Indonesia memang sudah diperhitungkan dikancah dunia. Buktinya tahun 2015 lalu, Indonesia berada pada urutan 12 terbaik dunia. Oleh karenanya, banyak negara, khususnya Amerika Serikat yang mulai ketar-ketir jika Indonesia benar-benar bangkit dan kembali menjadi “Macan Asia.”
Selain pasukan bersenjata, ternyata Indonesia juga memiliki ‘tentara’ yang sama hebatnya dan siap berperang membela tanah air jika ada usikan, gangguan atau hal-hal yang meresahkan dari pihak luar dibidang jaringan dan sistem operasi dalam dunia internet, yaitu cyber squad atau tentara cyber atau juga biasa disebut hacker.
Walaupun secara resmi bala tentara ini tidak memiliki legitimasi secara hukum atau berbentuk badan nasional, akan tetapi hacker tanah air memiliki jumlah yang cukup banyak dan siap menggempur siapa saja dan Negara mana saja yang berani mengusik kedaulatan dan harga diri Indonesia.
Ada kisah menarik tentang berseterunya antara hacker Indonesia dengan hacker Negeri kangguru, Australia. Tidak ada yang menyangka, tanah air memiliki tentara cyber yang begitu hebat yang mampu membuat tentara cyber Australia ketar-ketir.
Berikut adalah kisah pertempuran tentara cyber tanah air ‘vs’ tentara cyber Australia. Simak sampai beres ya!
Begini Asal mula kejadian tersebut:

Kejadian terjadi sekitar tahun 2013, cerita diawali pada saat hacker Australia memampangkan Ratusan nomor kartu kredit di website Australia Pastebin.com. Dalam website tersebut terpampang nama-nama khas Indonesia lengkap dengan alamat e-mail serta kode penerbangan. Data rahasia itu diumbar begitu saja di Internet.
“Who want a cc number indonesian?” (Siapa yang mau nomor kartu kredit Indonesia?) tulis peretas Australia dalam website Pastebin.com.
Di situs itu, pelaku peretasan yang mengaku sebagai ‘AnonAu’, atau Anonymous Australia, mengklaim daftar panjang kartu kredit itu adalah pelanggan Garuda Indonesia Airways yang sengaja dicuri. Diduga peretas itu berhasil menyusup ke jaringan database Garuda Indonesia melalui celah di website garuda-indonesia.com. Impresif.
“And how about garuda frequent flyer?” (Bagaimana dengan Garuda Frequent Flyer (GFF)—program loyalty dari Garuda Indonesia yang diperuntukkan untuk pelanggan setia?) AnonAu menambahkan.
Kemudian menyusul data-data 317 pelanggan GFF. Juga disertai alamat e-mailnya.
“Yeah. That’s your country, baby … “ tulis AnonAu itu setengah mengejek.
Lalu mereka mengatakan data itu dicuri dari dua juta akun milik warga Indonesia di Facebook.
“Next… maybe your account… fella,” hardik AnonAu dalam pesan itu.
Itulah reaksi para hacker Australia yang berang. Sebab, lebih dari 170 situs tak bersalah asal Australia diobrak-abrik peretas Indonesia, beberapa hari sebelumnya. Aksi balas serang ini telah terjadi lebih dari sepekan. Korban pun jatuh. Garuda Indonesia dan pelanggannya mungkin hanya secuil dari gambar besar korban “perang.”
Garuda membenarkan, bahwa pada Jumat malam hingga Sabtu petang, situs resminya lumpuh. Tidak bisa diakses sama sekali. Itu sebabnya, kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Pujo Broto, Garuda sengaja mematikan situs mereka.
“Data center kami telah diretas. Untuk pengamanan, kami mematikan situs Garuda selama lima jam,” ujar Pujo pada VIVAnews, 20 November 2013.
Selama itu, para pelanggan maskapai penerbangan nasional itu turut jadi korban. Mereka tak bisa memesan tiket secara online, dan hanya bisa memesan via call center.
“Itu buka 24 jam, dan banyak penumpang beralih ke sana,” ujar Pujo.
Pujo enggan memaparkan seberapa besar kerugian akibat lumpuhnya sistem pemesanan tiket online Garuda selama masa penyerangan itu.
“Tim IT kami langsung bekerja, dan setelah lima jam situs kami kembali live.” lanjut Pujo.
Gara-gara disadap, Garuda Indonesia hanya satu dari “sasaran tembak” para “serdadu siber” Australia. Sejumlah situs lain dari Indonesia bernasib sama. Diutak-atik oleh peretas hingga luluh-lantak tak berdaya. Bahkan, sampai hari ini pun mereka masih mati suri.
Jika ditelusuri, tragedi ini berawal dari aksi spionase badan intelijen Australia, Direktorat Sinyal Pertahanan/DSD. Aksi lembaga spion itu terbongkar melalui dokumen rahasia Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) yang dibocorkan oleh mantan kontraktornya, Edward Snowden.
Menurut laporan Guardian edisi 2 November 2013, operasi penyadapan oleh DSD dilakukan pada 2009, dan dibantu mitra sekutu, yakni NSA. Target operasinya adalah nomor kontak para pejabat tinggi bidang keamanan Indonesia, tak terkecuali Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan beberapa pejabat tinggi lain.
Fakta ini tentu menyulut api antara Indonesia dan Australia. Di dunia maya, kabar ini memantik amarah sejumlah pihak. Aksi mata-mata itu dianggap kelewatan, dan para peretas asal Indonesia pun menuntut balas. Mereka menggencarkan serangan deface —mengubah tampilan depan website— ke sejumlah situs milik Australia, dengan nama operasi #OpAustralia di Twitter.
Badai serangan sporadis digelar para peretas dari Indonesia. Kurang dari 24 jam, 178 wajah website Australia diacak-acak. Nama-nama grup peretas seperti Blackwhiteanglezwings Team, Indonesian Cyber Army, Jagad dot ID, Wonogiri Cyber Team, Indonesia Security Down pun mejeng di halaman depan situs-situs Australia itu. Tak cuma sebentar, tapi berhari-hari.
Tak luput dari serangan, situs milik pemerintah Australia: asis.gov.au (situs milik badan intelijen Australia ASIS atau Australian Secret Intelligence Service) dan asio.gov.au (situs milik badan pertahanan Australia ASIO atau Australian Security Intelligence Organisation). Selama beberapa jam, kedua situs sempat tak bisa diakses.
“Stop spying Indonesia, If Australia still spy on Indonesia, we do not hesitate Indonesian Hacker reluctant to undermine Australia website. … We will stop if Australia to say sorry to Indonesia,” kata salah satu peretas melalui pesan yang ditinggalkan di situs korbannya.
Sejak itu, warga Australia berkeluh kesah tentang serangan yang bodoh dan tidak bertanggung jawab itu di media sosial. Merasa merasa tidak terlibat dengan aktivitas intelijen di masa lalu, namun ironis, kini mereka yang menerima getahnya. Saat dikonfirmasi, mengutip laman Cyber War News, seorang peretas beridentitas xCodeZ asal Indonesia berkilah, Australia-lah yang memulai.
Galau oleh serangan membabi-buta dari Indonesia itu, Anonymous Australia meninggalkan peringatan di situs YouTube. Mereka meminta pelaku aksi peretasan dari Indonesia agar menghentikan serangan ke situs-situs tak bersalah milik masyarakat sipil Australia, dan fokus pada target situs pemerintahan yang memang dianggap lebih relevan.
“We bid you, as a fellow brother to focus on your main target – governments and spy agencies and leave the innocent bystanders out of this,” tulis pesan itu di dalam video.
Namun, pesan itu tak digubris. Sekelompok peretas bergerak. Laman Cyber War News, menyatakan peretas Indonesia menyerang situs sipil, setelah membombardir situs Badan Intelijen Australia, ASIS.gov.au dengan serangan DDoS (distributed denial of service). Itu serangan massif. Sasaran dihujani bom trafik seketika, sehingga lumpuh secara infrastruktur.
Serangan itu pun menarik perhatian media massa asing. Dampak dari serangan itu meluas cepat. “Sebuah grup peretas bernama Indonesian Security Down (ISD) Team diyakini telah berada di belakang serangan ke situs ASIS. ISD dan kelompok peretas lain, termasuk Indonesian Cyber Army dan The Java Cyber Army bersumpah untuk melanjutkan serangan tersebut,” tulis harian Sydney Morning Herald, edisi Senin 11 November 2013
Peretas Indonesia pun mendapat sorotan serangan balik, tak terima negaranya diserang membabi buta, grup peretas Anonymous Australia naik darah. Mereka pun membuat aksi balasan. Sebuah video di YouTube diunggah oleh Anonymous Australia. Di video itu, mereka mengancam akan menyerang sejumlah website ternama di Indonesia, milik negara dan swasta, seperti Portal VIVA.co.id, Polri.go.id, Kaskus.com, dan Kpk.go.id. 
Peretas Negeri Kanguru itu mengatur serangan balik. Pada Rabu 13 November 2013, beberapa situs besar di Indonesia “kedatangan tamu”. Dilaporkan situs milik Angkasa Pura, Solo Airport, Kementerian Pendidikan, hingga Garuda Indonesia tumbang. Sejumlah peretas berhasil menyusup, dan mencuri data-data dari tiap situs.
Penelusuran VIVAnews di situs Pastebin, Anonymous Australia berhasil mencuri laporan neraca AngkasaPura, mengutak atik sistem manajemen database Soloairport.com dan Kemdikbud.go.id, serta mencuri data penumpang Garuda Indonesia beserta nomor kartu kreditnya.
Belum puas, mereka menjembrengkan semua data itu di satu halaman, yang bisa diakses luas oleh siapapun.
“We gave you final warning recently,” tulis kelompok peretas itu. Mereka mengaku telah melumpuhkan sistem di Angkasapura, pendidikan dan banyak lagi situs Indonesia lainnya. “First of all, becAUSE this cyber war, you make our site down. Including charity website, church and micro industry”.
Saat dikonfirmasi, Kepala Biro IT PT Angkasa Pura II, Didi Kristianto membenarkan aksi peretasan di perusahaan itu. “Tapi, yang diretas itu bukan situs, melainkan executive information system (EIS) yang didalamnya terdapat data-data pekerja berupa grafik, statistik penerbangan dan laporan keuangan,” ujarnya pada VIVAnews, 20 November 2013.
“Untung, data-data yang ada di EIS itu bukan data rahasia. Data-data itu secara rutin dipublikasi di portal BUMN. Sementara data-data rahasia masih aman, dan tidak tersentuh peretas,” dia menjelaskan.
Tapi peretas asal Indonesia beridentitas Scrangger40z tak rela kehilangan muka. Dia membalas serangan Anonymous Australia dengan melumpuhkan beberapa situs milik pemerintah Australia dengan domain gov.au, seperti asio.gov.au, asia.gov.au, australia.gov.au, canberraairport.com.au, alburycity.nsw.gov.au, pm.gov.au, dan masih banyak lagi di tautan ini.
Tak hanya mematikan sistem di website itu, sang peretas juga mengunggah shell (trojan) di situs-situs itu sehingga sewaktu-waktu bisa dilumpuhkan melalui remote.
“We attack Australian because we hate indonesian spying from Australian. if you save airport database from indonesian, we can attack all website of australian.” (Kami menyerang situs Australia karena kami tidak suka Indonesia dimata-matai Australia. Jika Anda mencuri database bandara dari Indonesia, kami bisa menyerang semua website Australia)
Dalam laman Pastebin, Scrangger40z mengklaim Anonymous Indonesia telah menyusupi 765.734 situs Australia, 456.225 akun Facebook, 51.445 akun Twitter, dan 55.256 akun BlackBerry.
Meredakan situasi kian semrawut, Anonymous Australia kembali mengunggah video ke YouTube. Di dalamnya, mereka memohon agar perang siber antara Indonesia dan Australia dihentikan. Berikut sepetik pesan yang ditulis Anonymous Australia dalam video.
Menurut pantauan, sebagian besar situs pemerintahan Australia tampak pulih. Begitu pun situs-situs milik Indonesia. Hanya beberapa situs seperti Bank Indonesia dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tampak masih babak belur bahkan sampai hari ini.
Belum ada konfirmasi dari pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan akses kedua situs pemerintah itu. Namun, dugaan kuat sementara kedua situs itu menjadi sasaran para peretas Australia.

Stop!

Isu perang siber ini pun sampai ke meja Kementerian Komunikasi dan Informatika. Juru bicara Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan, ramainya pemberitaan di media massa tentang aksi peretasan sangat berpotensi memicu keresahan dari masing-masing negara, khususnya pengguna Internet.
“Tindakan peretasan dilakukan secara demonstratif, tidak dapat dipertanggungjawabkan, hanya akan memperkeruh suasana,” ujar Gatot. “Ini juga berpotensi melanggar UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yaitu pada Pasal 28 ayat 1 dan 2, Pasal 29, dan Pasal 30 ayat 1, 2, dan 3.”
Senada dengan Gatot, pakar keamanan Informasi Jim Geovedi juga mengimbau agar perang siber antara Indonesia-Australia segera dihentikan. “Perang siber adalah istilah besar dan serius. Apa saja aktivitas dalam sebuah perang siber (cyberwar)? Jika mengikuti definisi perang secara umum yang disesuaikan dengan media siber, maka ada beberapa hal yang akan terjadi,” kata Jim, dalam blognya.
Pertama, akan terjadi serangan memakan korban. Jika hanya kerugian material, kata Jim, sebuah aksi ekonomi pun bisa menimbulkan kerugian dalam jumlah besar. Karena itu, kerugian material belum bisa menjadi indikasi terjadinya sebuah perang siber.
Kedua, sebuah aksi perang siber harus bersifat instrumental, atau punya tujuan. Dalam konfrontasi militer, satu pihak akan memaksakan pihak berseberangan untuk melakukan yang tidak mereka inginkan.
“Ketiga, perang siber harus bersifat politik. Deklarasi perang adalah mutlak hak istimewa pemimpin negara, bukan hak anak-anak yang bahkan belum punya hak pilih dalam pemilihan umum di negaranya, walaupun mereka meyakini aksi mereka adalah untuk kepentingan negara dan bangsa,” ujar Jim.
Menurutnya, sampai hari ini, belum satupun serangan siber memenuhi persyaratan itu.
Dalam blognya, Jim juga mengingatkan Indonesia punya pihak berwenang, dan lebih mampu menangani persoalan ini. Menurut Jim, jika seseorang menilai pemerintah tidak kompeten, silakan melakukan protes kepada para petinggi negara, dan tidak melakukan tindakan sporadis yang justru membahayakan hubungan antarnegara.
“Jika masih bersikeras, silakan pikirkan beberapa hal berikut. Penyadapan bukan hal baru, Indonesia juga melakukannya. Informasi penyadapan diperoleh dari dokumen yang dibocorkan Edward Snowden. Sebelum dokumen tersebut bocor, apakah kalian menyadari aktivitas memata-matai antar kedua negara telah terjadi?” kata Jim.
Serangan siber itu lebih banyak merugikan pihak yang tidak bersalah, maupun terlibat dalam kegiatan mata-mata. “Jika Anda di pihak yang merasa tidak terlibat tetapi menjadi korban, apakah Anda bisa tidur tenang malam ini?,” tulisnya.(vivanews)